-
1136 views, 1 so far today
Pemkab Enrekang Dukung Pembangunan Hotel
- Tuesday, November 2, 2010, 8:30
- Berita
- 1,136 views
- Add a comment
Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mendukung rencana investor membangun hotel berbintang di Kota Enrekang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.
Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung, di Makassar, Senin, mengungkapkan, untuk memacu sektor pariwisata di daerahnya diperlukan fasilitas pendukung termasuk hotel yang memadai dan obyek wisata yang menarik.
Sebelumnya, kelompok Fajar Grup menyampaikan keinginan membangun hotel bintang berlantai empat di Kota Enrekang guna memajukan sektor pariwisata di daerah itu yang memiliki potensi wisata menjanjikan.
“Kami menyambut baik setiap calon investor yang ingin menanamkan modal di Enrekang dan akan memberi kemudahan dalam berinvestasi,” ujar La Tinro.
Menurut La Tinro, Pemkab Enrekang kini terus memacu sektor pariwisata dan menjadikan sektor jasa tersebut sebagai primadona peningkatkan pendapatan asli daerah.
Ia mengakui, dari sekian banyak objek wisata yang tersebar di semua kecamatan baru sebagian kecil yang dikembangkan karena keterbatasan dana.
Enrekang memiliki potensi wisata alam dan budaya yang cukup menjanjikan, kata dia, bahkan objek wisata di daerah ini tidak kalah dengan yang ada di Tanatoraja.
“Objek wisata budaya dan alam di Enrekang mirip dengan yang ada di Tanatoraja, hanya karena budaya Toraja sudah dikenal luas, maka wisatawan cenderung memilih daerah itu sebagai tujuan utama,” tutur La Tinro.
Objek wisata yang cukup manarik di Enrekang seperti kuburan batu, pemandangan alam Buntu Kabobong, permandian air terjun Lewaja, wisata agro, serta belasan benteng pertahanan serdadu Jepang yang menempel di tebing bukit yang dapat disaksikan sepanjang perjalanan dari Kota Enrekang menuju Tanatoraja.
Selain itu, Enrekang juga memiliki seni budaya khas seperti musik bambu serta makanan tradisional dangke terbuat dari bahan baku susu kerbau yang telah dipatenkan, dan menjadi salah satu jenis makanan yang digemari banyak wisatawan.
La Tonro mengatakan, hotel yang akan dibangun juga dilengkapi sentra penjualan produk-produk lokal seperti cinderamata, makanan khas daerah seperti, dangke, baje kotu, barongko, baje karrang, dodol malino, deppa tektekan dan nasu cemba (masakan terbuat daru tulang ikan dengan ramuan daun asam hutan.
Sumber : AntaraNews
-
1136 views, 1 so far today